Tampilkan postingan dengan label Tips hemat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips hemat. Tampilkan semua postingan

14 Juli 2009

5 Hal penting mengapa HARUS mempersiapkan dana pendidikan

  1. Mahalnya biaya pendidikan saat ini. Uang pangkal sebuah SD bertaraf internasional di Jakarta bisa sebesar Rp.40 juta untuk biaya pendidikan selama 6 tahun dengan uang sekolah Rp 2.450.000 per bulan. Bagi banyak orang, biaya pendidikan yang setinggi itu sudah tentu terasa mencekik leher.

  2. Biaya pendidikan naik dari tahun ke tahun. Biaya pendidikan biasanya akan terus naik. Dengan asumsi kenaikan sebesar 10 % per tahun, maka dalam 17 tahun mendatang, bukan tidak mungkin biaya kuliah tahun pertama anak untuk jenjang S1 mencapai Rp 500 juta.

  3. Keadaan perekonomian tidak selalu baik. Orang tua dapat menganggap bahwa penghasilan sekarang cukup aman mengingat baiknya keadaan ekonomi sekarang ini dan yakin bila si anak sekolah nanti, dananya pasti tersedia. Tetapi bila keadaan ekonomi menurun, tidak mustahil penghasilan orang tua dapat berkurang atau malah berhenti sehingga bisa saja dana pendidikan untuk anak tidak akan siap saat dibutuhkan.

  4. Fisik manusia tidak selalu sehat. Hindari menganggap bahwa fisik manusia selalu sehat untuk terus bekerja dan mendapatkan penghasilan. Bila anda tidak menabung dan menyiapkan dana pendidikan anak dari sekarang, maka bila suatu saat kelak fisik anda tidak memungkinkan untuk terus bekerja, jangan harap dana pendidikan untuk anak anda bisa tersedia.

  5. Jadwal pendidikan anak tidak mungkin diundurkan atau ditunda. Kalau si kecil sudah waktunya masuk TK tetapi anda tidak punya cukup dana untuk membayar uang pangkalnya, apakah anda akan menunda jadwal anak anda masuk TK pada tahun berikutnya supaya Anda dapat membayar biaya uang pangkalnya secara penuh ? Tentu tidak bukan ? Maka persiapan dana pendidikan anak tentu tidak boleh ditunda.

Sumber : Booklet bonus Ayahbunda, oleh Safir Senduk.

03 Juli 2009

Enam hal penting dalam mengatur keuangan


Hampir semua orang, khususnya ibu rumah tangga merasa kesulitan mengatur keuangan. Apalagi jika sumbernya hanya pas untuk kebutuhan rutin bulanan. Mumpung masih awal bulan, tak ada salahnya jika anda menata kembali cara mengatur uang agar bisa meningkatkan kualitas hidup. Enam hal penting yang dimaksud adalah :


  1. Lakukan perencanaan keuangan. Buat pos-pos penting dalam amplop yang diberi nama seperti belanja harian, belanja bulanan, kontrak rumah, transpor, uang sekolah, serta keperluan rumah yang mencakup listrik, telepon dan air PAM. Tak perlu melakukan penghematan secara drastis. Yang penting anda harus disiplin dan mematuhi anggaran yang telah dibuat. Seperti halnya berdiet, jika sedikit saja melanggar kesepakatan maka pengeluaran akan tetap "gendut".

  2. Mulailah menabung di awal gajian. Anggaplah menabung sebagai bagian dari setoran rutin yang harus dilakukan. Jika belum sanggup, jangan terlalu memaksa diri menabung dalam jumlah yang besar, cukup 10 persen dari gaji.

  3. Biasakan juga memasukkan uang sisa belanja harian ke dalam celengan tanah liat atau kaleng yang tidak bisa dibuka sesuka hati. Jika celengan sudah terasa berat, pindahkan uang tersebut ke dalam rekening bank tanpa kartu ATM sehingga tidak bisa diambil sesuka hati anda.

  4. Saat tabungan sudah mencapai jumlah tertentu, tak ada salahnya jika anda menginvestasikan dalam bentuk saham, unit link, atau managed fund. Pilih produk gabungan investasi dan asuransi, sehingga jika terjadi sesuatu pada anda ada asuransi yang menanggungnya. Namun jika kantor sudah menanggung biaya kesehatan, tak ada salahnya jika anda berinvestasi dalam bentuk yang lain. Tapi yang pasti harus bisa memberikan benefit bagi anda.

  5. Simpan kartu kredit di bagian yang paling tersembunyi di dompet. Walaupun keberadaan kartu ini sering menggoda kebiasaan anda berbelanja, kartu ini tetap berguna di saat-saat darurat seperti ketika harus ke rumah sakit di saat malam buta sementara tidak ada mesin ATM di sekitarnya.

  6. Mulailah berpikir untuk menyiapkan dana pensiun yang akan berguna di kemudian hari.

Jika dirasa perlu, ada perencana keuangan di beberapa bank atau lembaga keuangan lainnya yang bisa membantu anda.


Sumber : Harian Kompas

Enam cara agar kulkas tetap tangguh dan hemat energi


Perangkat elektronik pada rumah tangga kini semakin beragam dan canggih. Namun walaupun demikian, bukan berarti setiap kali keluar varian baru dengan fitur yang lebih canggih anda harus mengganti perangkat elektronik yang lama. Seperti kulkas misalnya. Walaupun kini ada banyak jenis dan varian baru dengan teknologi terkini yang berguna bagi kesehatan, bukan berarti anda harus membuang yang lama bukan ? Jika masih memungkinkan dipakai, tak ada salahnya untuk dipertahankan. Dengan demikian, pengeluaran pun bisa dihemat.

Kulkas sebagai perangkat dapur yang digunakan secara terus-menerus selama 24 jam, haruslah tangguh dan awet. Dengan diperlakukan yang tepat, kulkas tidak hanya awet namun juga dapat menghemat listrik. Caranya dengan :
  1. Selalu memastikan bahwa kulkas sudah tertutup dengan rapat. Karena bila tidak, kulkas akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara yang ada di dalamnya.
  2. Jangan menghidupkan temperatur lemari pendingin terlalu rendah--apalagi jika barang yang disimpan tidak terlalu banyak--karena hanya akan memboroskan pemakaian listrik.
  3. Hindari memasukkan makanan dan sayur-sayuran terlalu banyak karena akan membuat kulkas bekerja ekstra keras. Sisakan tempat kosong untuk peredaran udara.
  4. Sebelum meletakkan daging atau ikan ke dalam freezer, ada baiknya jika anda terlebih dahulu memasukkannya ke dalam wadah yang tertutup rapat.
  5. Hindari membiasakan diri membuka pintu kulkas terlalu lama ketika mengambil atau mencari sesuatu karena semakin lama pintu kulkas dibuka akan semakin besar energi yang dibutuhkan. Artinya akan semakin banyak pula uang yang harus dibayarkan untuk listrik.
  6. Tidak memasukkan makanan atau minuman yang masih panas ke dalam kulkas atau freezer.

Sumber : Harian Kompas

02 Juli 2009

Kiat Hemat Energi di Dalam Rumah


Eco living atau hidup dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan kini sedang populer. Ada banyak hal yang dapat anda lakukan untuk menghemat energi dan menyelamatkan bumi. Tidak perlu jauh-jauh, mari mulai dari dalam rumah sendiri. Ide dan pengalaman berikut ini mungkin dapat membantu :
  • Hemat air di kamar mandi

Apakah anda termasuk orang yang senang mengguyur tubuh setelah seharian beraktivitas ? Tentu menyenangkan dan menyegarkan. Namun, penggunaan air yang berlebihan juga bukan tindakan yang baik dilihat dari kacamata pelestarian lingkungan. Gunakan air seperlunya. Berikut tipsnya :

Umumnya, penggunaan air di kamar mandi adalah yang terbanyak, baik bak mandi ataupun pancuran. Dan, jika anda menggunakan pemanas elektrik, maka energi yang tersedot untuk kebutuhan membersihkan tubuh ini semakin banyak lagi. Anda dapat menghemat air dan sumber daya untuk kamar mandi dengan memperkecil ukuran gayung, selang dan kepala pancuran, serta mengurangi waktu yang dihabiskan di kamar mandi. Banyak orang senang mandi sembari bersenandung. Tanpa sadar, mereka menghabiskan begitu banyak air. Tak ada salahnya anda mematok lamanya waktu mandi, dengan demikian air dan energi yang terpakai juga dibatasi.

  • Gunakan lampu hemat energi

Ketika gelap tiba, lampu-lampu pun dinyalakan untuk penerangan. Anda dapat menghemat energi listrik dengan menggunakan lampu hemat energi. Banyak orang enggan beralih ke lampu hemat energi karena harganya relatif mahal dibandingkan bola lampu biasa. Padahal, kalau mau berhitung lebih cermat, dalam jangka panjang penggunaan lampu hemat energi justru lebih ekonomis, sekaligus juga ramah lingkungan.

Sebagai contoh, untuk mendapatkan terang seperti lampu pijar 60 watt, Anda cukup menggunakan lampu hemat energi sebesar 11 watt. Memang harga lampunya bisa dua atau tiga kali lipat lebih mahal, namun biaya listrik yang dipergunakan dalam waktu sebulan hanya sekitar seperenamnya atau lebih hemat hingga 75 persen. Mau pilih yang mana ?

  • Jangan biarkan "berdiam diri" atau Stand by

Tahukah Anda bahwa kemungkinan lebih dari lima persen biaya tagihan listrik berasal dari perangkat elektrik yang dibiarkan "berdiam diri" alias stand by ?

Pesawat televisi, pemutar musik dan video, atau microwave adalah beberapa piranti yang seringkali dibiarkan berdiam diri. Memang tujuannya untuk memudahkan, sewaktu-waktu dibutuhkan, anda tidak perlu lagi repot-repot mencolokkan kabel daya ke sumber listrik. Meski konsumsi dayanya sangat-sangat kecil, katakanlah kurang dari lima watt, namun jika berlangsung terus-menerus jumlah totalnya tetap akan cukup besar.

Untuk mengetahui hal ini cukup mudah, jika masih ada indikator lampu yang menyala, berarti peralatan tersebut masih mengonsumsi listrik. Sekedar tips agar anda tak repot, taruhlah colokan pada posisi yang mudah dijangkau sehingga tidak merepotkan jika hendak mencopot atau memasangnya. Atau, gunakan colokan yang memiliki sakelar sehingga lebih memudahkan.

Sumber : Harian Kompas